Kamis, 21 April 2011

beberapa cara Menghindari Kecelakaan Karena Meledaknya Ponsel

Masalah meledaknya ponsel ternyata bukan cuma legenda, dua kejadian di atas telah jadi bukti nyata. Benarkah ponsel bisa meledak? Sayang sekali jawabannya ternyata "Ya". Alasan yang paling masuk akal adalah terjadinya arus pendek pada baterai ponsel yang terbuat dari bahan kimia yang dapat memicu terjadinya reaksi kimia kemudian menghasilkan energi panas.


Berikut adalah kiat / tips untuk mencegah terjadinya kecelakaan meledaknya telepon selular (ponsel):
1. Gunakan baterai orisinil
Baterai orisinil melalui tahap pengujian kualitas yang ketat sehingga produk yang dijual mempunyai kualitas yang lebih terpercaya. Jadi jangan sesekali menggunakan baterai ponsel palsu, selain tidak menjaim kualitas juga tidak akan ada pihak yang bertanggung jawab jika terjadi masalah.

2. Tidak memperbaiki baterai rusak
Ketika daya dan umur ponsel mulai melemah drastis lebih baik diganti dengan baterai yang baru. Jangan coba-coba memperbaiki baterai yang sudah rusak. Ini bisa membuat susunan rangkaian unsur pembentuk ponsel menjadi berantakan yang akhirnya akan menyebabkan fungsi ponsel tidak bekerja dengan baik.

3. Tidak membeli baterai bekas
Jika baterai yang dibeli baru saja bisa meledak, apalagi yang bekas. Kita tidak bisa tahu pemakaian barang bekas oleh pemilik sebelumnya kan? Jika baterai sudah pernah dimodifikasi kan bisa repot.

4. Matikan ponsel jika terasa panas
Jika badan ponsel terasa mengeluarkan panas berlebihan segerakan matikan ponsel, ada kemungkinan ini sebagai akibat overheating yang terjadi pada baterai.

5. Kembalikan ponsel bermasalah
Jika ponsel yang Anda beli mengeluarkan panas yang berlebihan segera hubungi pihak vendor untuk meminta ganti dengan ponsel baru.

6. Tidak men-charge pada waktu yang lama.
Ketika ponsel menandakan "Battery is Fully Charge", segerakan untuk mencabut charger. Baterai ponsel yang sudah mencapai posisi penuh namun Anda tetap membiarkannya dalam posisi ter-charge dapat menyebabkan overheating.

7. Tidak menggunakan ponsel saat diisi.
Ketika ponsel di-charge akan terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia dan juga terjadi arus masuk dan keluar secara bergantian. Apabila ponsel yang sedang diisi kita pakai untuk menelepon maka akan menambah beban pada proses kimia tersebut.

8. Gunakan sarung ponsel
Dengan menggunakan sarung ponsel setidaknya jika terjadi ledakan, risiko kecelakaan bisa diminimalkan. Saat ini kita bisa mendapatkan sarung untuk ponsel dengan mudah, toko aksesoris ponsel dapat ditemui di setiap pusat pertokoan ponsel.

9. Jangan letakkan ponsel di bagian rawan.
Daerah rawan maksudnya bagian tubuh yang memiliki risiko kecelakaan fatal seperti dada yang berdekatan dengan jantung, jadi jangan dibiasakan meletakkan ponsel pada saku kemeja.

10. Mengikuti perkembangan berita teknologi.
Biasakanlah untuk selalu mengikuti perkembangan berita teknologi, biasanya jika terjadi masalah pada suatu produk tak terkecuali ponsel, pihak vendor akan mengumumkannya dengan segera. Selanjutnya kita bisa menggantinya sesuai prosedur yang ditetapkan vendor terkait.

sumber: thefastworld

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews